picture

Saoraja - Rumah Tradisional Tropis dari Suku Bugis

Pada masyarakat tradisional, kegiatan merencana, merancang, melakukan dan mengelola lingkungan buatan merupakan kegiatan swadaya dan swakarsa lokal dari penduduknya. Dengan demikian, lingkungan fisik yang terbentuk betul-betul secara wajar dan pas mewadahi aktivitas manusia yang menghuninya dengan segenap tata cara dan adat istiadatnya. Keselarasan, keserasian dan keseimbangan ekologis pun lantas muncul dengan sendirinya secara spontan tanpa kehadiran perencana formal. Karya arsitektur dan kota lebih merupakan karya komunal dari penduduknya yang saling kenal dan memiliki warisan norma, tata nilai, dan tradisi yang disepakati bersama.

Meski gaya masing-masing daerah sangat khas, bangunan tersebut mempunyai nilai sangat penting sebab memberikan contoh sesuatu yang mendalam. Ia menampilkan suatu struktur yang hidup. Struktur yang hidup di sini berarti arsitektur hidup yang berarti hadirnya kehangatan dalam arsitektur tersebut. Lebih jauh lagi struktur-struktur tersebut bukan hanya berinteraksi dengan alam, tetapi dengan kehidupan dan sosial penghuninya.

Memang keuntungan dari bangunan dengan mengikuti kaidah-kaidah arsitektural tradisional lokal (di Indonesia sering disebut sebagai arsitektur tropis basah) adalah kemampuannya mengakomodasi keadaan iklim setempat sehingga bisa menambah kenyamanan penghuninya atau penghematan energi. Namun, satu kelebihan lagi adalah seluruh penampilan rumah akan lebih baik karena bangunan Anda akan terasa lebih hidup dan hangat. Oleh karena itulah bagi rumah tinggal di kota mengadopsi arsitektur tradisional mulai digemari lagi meski dengan penambahan dan penyesuaian kehidupan kota.

Hubungi segera :

PT. Diorindo Graha Perkasa
Jl. Harapan Mulia Raya no.1B
Kemayoran-Jakarta
Telp: (021) - 9138 6230
Mobile: (0819) - 0848 0895
Email: elevenstudios@yahoo.co.id
Untuk konsultasi silahkan klik di sini...

Silahkan isi formulir di bawah ini dengan menyertakan nama, alamat, data ukuran lahan dan nomor telepon yang bisa dihubungi: